Tanda-tanda tentang aanya Allah sudah terlihat jelas terlihat disekeliling kita. Setiap hari kita bisa melihat terbitnya matahari dari ufuk timur dan kemudian tenggelam dari ufuk barat. Satu kalipun tidak pernah terbalik. Kita juga bisa melihat betapa indahnya bulan dan begitu gemerlapnya bintang-bintang yang bertaburan dimalam hari. Semua itu yang menciptakan dan mengatur peredarannya adalah Allah. Siapa yang tak mengenal allah lewat tanda-tanda kekuasaannya, ia adalah sebuta-buta manusia. bukan buta matanya, akan tetapi buta hatinya. sebagaimana telah difirmankan allah berikut ini : "Sesungguhnya bukan matanya yang buta, tapi mata hatinyalah (yang buta) yang berada dalam rongga dadanya"
Adapun cara memperhatikan tanda-tanda kekuasaan allah yang berupa makhluk-makhluk-Nya tersebut bukanlah sekedar dengan menggunakan penglihatan lahir saja. Tetapi harus pula ditunjang dengan penglihatan mata batin (hati) yang jernih dan bersih dari berbagai dosa. perhatikan sabda rasulullah kepada sahabat Abu Dzar al-Ghifari berikut ini:
يااباذرّ اعبدالله كانك تراه فاان كنت لاتراه فانه يراك
Artinya : "Wahai Abu Dzar. Sembahlah Allah seakan-akan kamu melihat-Nya. Bila kamu tidak melihat Allah, maka yakinkan (dalam hatimu) bahwa Allah melihat kamu".
Pembaca, buta mata belum tentu membawa bencana. Tetapi buta hati pasti akan mendatangkan siksa. Karena apabila manusia sudah menderita penyakit buta hati, selama ia belum mendapatkan cahaya illahi yang berupa petunjuk-petunjuk kebenaran, maka selama itu pula ia akan tersesat jalannya. Bukan menuju syurga yang ia tempuh, melainkan jalan neraka. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. AL-ISRA ayat 72 : "Dan barangsiapa yang buta (hati) di (dunia) ini, maka ia buta diakhirat nanti, dan bahkan lebih sesat jalannya".
Setelah kita mengenal dan mengetahui akan keberadaan Allah, apakah lantas pengenalan dan pengetahuan kita tersebut berhenti sampai disitu saja?. Tentu saja tidak. Akan tetapi lebih daripada itu, kita sebagai hamba-Nya dan sebagai salah satu makhluk ciptaan-Nya, maka sudah sepatutnya apabila kita senantiasa mengabdikan diri secara bulat dan utuh semata-mata demi mengharapkan keridhoan-Nya.
Salah satu tanda bagi orang yang berma'rifat kepada Allah, adalah ia senantiasa bersandar dan berserah diri kepada Allah semata. Apapun yang telah dan akan terjadi pada dirinya , selalu diterima dengan baik. Apabila ia mendapatkan kenikmatan, ia bersyukur. Sedang apabila mendapatkan musibah, ia terima cobaan itu dengan sabar. Orang yang demikian percaya, bahwa semua itu datangnya dari Allah untuk kebaikan dirinya, sebab tidak ada sesuatupun yang terjadi didunia ini, kecuali ada manfaat atau hikamah di balik peristiwa tersebut.
Selai itu, orang yang berma'rifat kepada allah tidak pernah menyombongkan diri. sebagai makhluk yang lemah dan tanpa daya, manusia tidak bisa berbuat apa-apa keculi atas pertolongan dan izin dari allah yang maha perkasa. karna itu ia pun selalu mencarijalan untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya guna mendapatkan pertolongan, perlindungan dan karunia-nya. Sedang apapun yang dapat menghalangi jalannya untuk bertaqarrub kepada Allah ia singkirkan jauh-jauh dari lubuk hatinya, seperti sifat serakah kepada dunia, kikir, sombong riya dan berbagai sifat tercela lainnya.
Bagikan
Sekilas Pengertian Ma'rifat
4/
5
Oleh
Rahmat

