Istighfaradalah bentuk mashdar dari kalimat istaghfara-yastaghfiru, berasal dari kata ghafara, yang artinya 'menutup'. Maka istighfarr bermakna permohonan agar ditutup; ditutup dari kesalahan dan dosa,agar ditutup peluang untuk mengulanginya kembali,teguh dalam kebaikan dan kebenaran, dengan selalu melaksanakan perintah-Nya, dan selalu berjuang untuk mebjauhkan diri dari larangan-Nya tanpa harus dilarang.
Imam ar-Raghib berujar: "Al-ghafaru" adalah pakaian yang dikenakan untuk melindungi pemakainya dari kotoran (kesalahan dan dosa). Karena itu dikatakan, "ighfir tsaubaka fid-du'a" (Tutuplah pakaianmu, mintalah ampunan debgan berdoa). Al-ghufran atau Al-maghfirah (ampunan), hakikatnya adalah dari Allah, yaitu untuk melindungi hamba dari tersentuh azab.
Imam ar-Raghib berujar: "Al-ghafaru" adalah pakaian yang dikenakan untuk melindungi pemakainya dari kotoran (kesalahan dan dosa). Karena itu dikatakan, "ighfir tsaubaka fid-du'a" (Tutuplah pakaianmu, mintalah ampunan debgan berdoa). Al-ghufran atau Al-maghfirah (ampunan), hakikatnya adalah dari Allah, yaitu untuk melindungi hamba dari tersentuh azab.
Istighfar adalah permohonan dengan ucapan dan perbuatan. Misalnya dikatakan "ighfiru hadzal amra bi maghfiratih" (Ya Allah ampunilah perkara ini dengan ampunan-Nya). Artinya, tutuplah dosa dengan sesuatu yang mesti ditutupi.
Iman Al-Ghazali berpendapat: "Yang dimaksud dengan Al-Ghaffar (Maha Pengampun) adalah Dzat yang Mampu Menampakan yang indah dan Menurtupi yang buruk. Dosa adalah bagian dari sejumlah keburukan yang Allah tutupi dengan menyibakkan tirai penutup didunia, dan memaafkannya di akhirat, sehingga tidak tersiksa."
"Al-Ghaffar adalah Dzat (Allah) yang mengampuni dosa hamba-Nya berkali-kali," ujar al-Khattabi tentang istighfar. "Ketika terjadi pengulangan tobat dari dosa, terulang pula ampunan-Nya. Maka al-Ghaffar adalah Dzat yang mampu menutupi dosa-dosa hamba-Nya, yang dilepas dengan pakaian kelembutan dan kesantunan-Nya. Sehingga perkara hamba tersebut tidak tersingkap dihadapan makhluk, dan tabirnya tidak terkoyak dengan siksa, sehingga makhluk pun tidak mengenal dan mengetahui aib mereka.
Bagikan
Arti Istighfar
4/
5
Oleh
Rahmat

